INDRAMAYU,SMI-Warga Blok Suryanegara, Desa Karangampel Kidul, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, mengeluhkan kebisingan yang diduga berasal dari aktivitas musik live di Kafe Warung Pinggir yang berada di jalur utama Jalan Raya Karangampel–Jatibarang, tepat di samping timur Koramil Karangampel.
Keluhan tersebut bukan tanpa alasan. Suara musik yang disebut-sebut terus berlangsung tanpa jeda, baik siang maupun malam hari, dinilai telah mengganggu kenyamanan dan waktu istirahat masyarakat sekitar, terutama mereka yang tinggal di permukiman padat di sekitar lokasi.
Ironisnya, di sekitar area tersebut juga terdapat Masjid Mujahidin dan Mushola At-Taubat yang kerap menggelar kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin. Namun, warga menyebut aktivitas musik tetap berjalan tanpa mempertimbangkan waktu dan situasi lingkungan, termasuk pada bulan suci Ramadan.
Salah seorang warga, Udin (RT 14 RW 03 Blok Suryanegara), mengaku sudah lama merasakan dampak kebisingan tersebut. Ia menegaskan tidak mempermasalahkan keberadaan usaha kafe, namun meminta agar aktivitas musik yang berisik dihentikan.
“Saya tidak melarang usaha kafe, silakan saja berjualan. Tapi jangan sampai musiknya mengganggu. Setiap malam kami susah tidur, apalagi orang tua saya. Musiknya keras sampai larut malam,” ungkap Udin kepada awak media, Minggu (28/03/2026).
Udin menambahkan, suara musik bahkan masih terdengar hingga pukul 23.30 WIB pada malam Minggu, yang menurutnya sudah melewati batas kewajaran bagi lingkungan permukiman.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang rumahnya berada tepat di belakang kafe, hanya terpisah tembok. Mereka mengaku mengalami gangguan istirahat setiap malam akibat suara bising yang tak kunjung berhenti.
Lebih jauh, warga mengungkapkan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah pernah diadukan secara resmi beberapa tahun lalu. Puluhan warga sempat mengajukan surat pengaduan lengkap dengan tanda tangan yang ditujukan kepada Satpol PP Kabupaten Indramayu. Namun hingga kini, warga menilai belum ada tindakan tegas dari pihak terkait.
“Kami sudah pernah mengadu, tapi sampai sekarang tidak ada perubahan. Musik tetap jalan terus setiap malam,” ujar Udin.
Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu, khususnya Satpol PP, Plt Camat Karangampel, serta jajaran ketertiban umum untuk segera turun tangan dan mengambil langkah tegas.
Mereka berharap ada penertiban terhadap aktivitas musik live di Kafe Warung Pinggir, tanpa harus menutup usaha kafe tersebut secara keseluruhan.
“Kami hanya minta musiknya dihentikan, terutama malam hari. Jangan sampai pemerintah terkesan tutup mata dan telinga, apalagi ini bulan Ramadan yang seharusnya dijaga ketenangannya,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Kafe Warung Pinggir maupun instansi terkait mengenai keluhan warga tersebut. Situasi ini pun memicu tanda tanya publik terkait pengawasan dan penegakan aturan ketertiban lingkungan di wilayah Karangampel.
(Imam)











