INDRAMAYU,SMI-Kepedulian terhadap nasib petani kembali ditunjukkan Kuwu terpilih Desa Rancasari, Wamin. Bersama jajaran pemerintah desa, ia sukses menginisiasi normalisasi saluran air yang selama ini tersumbat, demi memastikan kebutuhan irigasi petani terpenuhi secara optimal.
Kegiatan tersebut berlokasi di wilayah Desa Mulyasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, yang merupakan jalur saluran air milik pemerintah. Normalisasi dilakukan setelah adanya persetujuan dari pemerintah daerah melalui Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman, mengingat saluran tersebut sempat tertutup bangunan liar dan harus dibongkar untuk mengembalikan fungsinya.
Sejak dimulai pada 27 April 2026, proses normalisasi hingga kini masih terus berjalan dalam kondisi aman dan kondusif. Langkah cepat ini pun mendapat perhatian dan apresiasi dari masyarakat, khususnya para petani yang selama ini terdampak oleh tersendatnya aliran air ke sawah mereka.
Saat ditemui awak media pada Minggu (03/05/2026), Kuwu Wamin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmennya dalam merealisasikan aspirasi warga.
“Alhamdulillah, normalisasi saluran perairan sawah masyarakat Desa Rancasari ini adalah bagian dari visi dan misi kami. Selama ini para petani terus mengusulkan agar saluran air yang terhambat bisa dikembalikan fungsinya,” ungkap Wamin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut dibiayai menggunakan dana pribadi sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.
“Untuk biaya normalisasi saat ini saya menggunakan dana pribadi. Yang terpenting masyarakat bisa merasakan manfaatnya, terutama kebutuhan air sawah yang lancar dan tercukupi,” tegasnya.
Langkah nyata Kuwu Wamin ini pun menuai apresiasi dari warga. Salah satu warga Desa Rancasari menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan keberpihakan pemerintah desa terhadap kebutuhan petani.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Kuwu Wamin. Ini bukti nyata beliau peduli dengan masyarakat, khususnya petani,” ujarnya.
Normalisasi saluran air ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung kesejahteraan petani di Desa Rancasari dan sekitarnya. Selain itu, langkah ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah desa dan daerah dalam mengatasi persoalan infrastruktur pertanian secara cepat dan tepat.
(Imam)













