DR.Yanto Heriyanto.,S.H.,M.H.
pakar hukum pidana (UNU) Cirebon Buka Suara secara tegas:Jangan jadikan pengembalian uang sebagai kunci pintu keluar dari jeratan hukum pidana korupsi

Cirebon.SMI.id  || Ada satu dalih klasik yang selalu diulang-ulang oleh sebagian oknum penegak hukum atau (APH) setiap kali berhadapan dengan perkara korupsi ,Kalau kerugian negaranya sudah dikembalikan beres deh urusan pidananya, frasa ini seolah menjadi mantra Sakti yang bisa menghapus noda kejahatan.membersihkan nama pelaku dan mematikan proses hukum di tengah jalan.

Padahal hukum di negara ini tidak pernah mengenal prinsip “bayar lalu bebas” Apalagi untuk kejahatan luar biasa (ekstraordinary Crime) seperti korupsi yang telah merontokan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

hal ini ditegaskan secara tegas oleh DR. Yanto Heriyanto.,S.H.,M.H. pakar hukum pidana Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon dan sebagai ketua DPD himpunan advokat pengacara Indonesia (HAPI) Jawa barat  dan sebagai direktur  DPP LBH pancaran hati .Sabtu ,29 Agustus 2026 di kantor kediamannya jl Sultan Ageng Tirtayasa griya Mukti asri c17 no 07 Cirebon.

Prinsip Tegas mengembalikan kerugian negara tidak pernah menghapuskan tanggung jawab pidana.

Dr.Yanto menegaskan satu prinsip utama yang telah dijamin oleh peraturan perundang-undangan dan diperkuat  berulang kali oleh putusan pengadilan tertinggi : Pengembalian kerugian keuangan negara tidak menghapuskan tanggung jawab pidana khususnya bagi pejabat penyelenggara negara .

prinsip ini bukan sekedar wacana atau opini pribadi. ini adalah hukum positif yang mengikat seluruh elemen bangsa termasuk para penegak hukum yang seharusnya justru menjadi Garda terdepan dalam menegakkan tegas Dr. Yanto dengan nada tegas namun tetap tenang .

ketika ditanya oleh oleh awak media dan team humas pengurus  LBH pancaran hati tentang landasan hukum yang bisa menjerat perilaku korupsi sekalipun uang negara telah dikembalikan dokter Yanto menjabarkan dengan rinci :

landasan hukum utama pasal 4 undang-undang Tipikor

landasan hukum paling fundamental  adalah pasal 4 undang-undang Nomor 31 tahun 1999 junto undang undang nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang secara eksplisit menyatakan :

pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 dan pasal 3.

Baca Juga  Kebersamaan Tulus Kapolda Jabar dan Kajati Sebagai Mitra Strategis Lewat Farewell Badminton

           DR. Yanto Heriyanto.,S.H.,M.H

Dr. Yanto menjelaskan pertimbangan hukum di balik pasal tersebut .

1.Delik formil tindak pidana korupsi adalah kejahatan yang dianggap selesai seketika saat perbuatan melawan hukum dilakukan tindak perlu menunggu kerugian nyata terjadi
,apalagi menunggu apakah uang dikembalikan kemudian begitu tangan  melanggar kejahatan telah sempurna “ujarnya.

2.Hanya faktor pertimbangan : jika seluruh unsur tindak pidana sudah terpenuhi pengembalian uang hanyalah faktor yang dapat dipertimbangkan Hakim sebagai alasan meringankan atau memberatkan hukuman.
Bukan alasan membebaskan dari jeratan hukum pidana.

3 Tanggung jawab yang berdiri sendiri : kewajiban memulihkan kerugian negara adalah satu hal sedangkan Pertanggungjawaban pidana ada hal lain yang terpisah dan berarti sendiri berdiri sendiri keduanya tidak bisa saling menggantikan.

yurisprudensi Mahkamah Agung telah berkali-kali menegaskannya

Bagi yang masih berkilah dengan dalih “sudah bayar jadi bebas” Dr Yanto menyodorkan deretan putusan Mahkamah Agung RI yang secara konsisten membantah dalih tersebut Ini bukan sekedar satu atau dua putusan melainkan rangkaian yurisdivensi yang membentuk hukum kebiasaan di pengadilan.

1. putusan MA RI nomor 11998 K/Pid-sus/ 2025 menegaskan : Bahwa pengembalian kerugian atau pembayaran uang pengganti tidak menghapus sifat melawan hukum dari perbuatan penyalahgunaan wewenang.pejabat tetap wajib dipidana : pengembalian hanya berpengaruh pada penentuan besaran uang pengganti dan tingkat berat atau  ringannya pidana penjara

2. putusan MA RI Nomor 3 K/pid-sus/2026 dan nomor 5 K/pid-sus/2026 Dalam perkara mantan pejabat BLU UINSU yang telah mengembalikan sebagian kerugian negara,MK RI tetap menyatakan bersalah dan menjatuhkan pidana penjara serta denda.pengembalian tersebut semata-mata dijadikan pertimbangan Untuk  meringankan vonis,bukan menghapus kesalahan.

3.Putusan MA Nomor 919 PK/Pid.Sus/2025

Menolak permohonan Peninjauan Kembali yang didasari alasan pelaku telah mengembalikan uang. MA menyatakan hal itu tidak menggugurkan kesalahan pidana; terpidana tetap wajib menjalani hukuman pokok yang telah dijatuhkan.

4. Putusan MA Nomor 1003 PK/Pid.Sus/2024

Meskipun terpidana telah melunasi uang pengganti hingga ratusan miliar rupiah, MA RI tetap mempertahankan putusan bersalah dan hukuman penjara. Hakim hanya menyesuaikan bagian uang pengganti yang sudah dibayar agar tidak ditagih dua kali.

5.Putusan MA Nomor 3741 K/Pid.Sus/2023

Sebagai putusan tingkat kasasi yang kemudian diperkuat lagi dalam tingkat Peninjauan Kembali, MA menegaskan: “Pemulihan kerugian negara adalah kewajiban pemulihan atau sanksi tambahan, dan tidak dapat menggantikan atau menghapus pertanggungjawaban pidana pokok atas perbuatan yang telah dilakukan.”

6. Rangkaian Putusan Serupa Lainnya

Putusan Nomor 4215 K/Pid.Sus/2022, Nomor 1897 K/Pid.Sus/2021, dan sejumlah putusan kasasi/PK lainnya secara berulang kali menegaskan kalimat kunci: “Pengembalian kerugian keuangan negara tidak menghapuskan pidana, melainkan hanya merupakan faktor yang dapat dipertimbangkan dalam penjatuhan pidana.”

PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI: MENGUATKAN PRINSIP YANG SAMA

Bukan hanya Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai penjaga konstitusi juga telah mempertegas prinsip ini:

1. Putusan MK Nomor 66/PUU-XXI/2023

Menolak permohonan uji materi terhadap Pasal 4 UU Tipikor. Pertimbangannya: Ketentuan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945; pengembalian uang tidak dapat dijadikan alasan hukum untuk melepaskan pelaku dari tanggung jawab pidana.

2. Putusan MK Nomor 142/PUU-XXII/2024

Mempertegas bahwa tindak pidana korupsi menyerang kepentingan umum, kepercayaan masyarakat, dan tatanan negara. Oleh karena itu, perbuatan ini tidak mungkin dianggap selesai atau dimaafkan hanya dengan cara mengembalikan sejumlah uang.

PRINSIP-PRINSIP HUKUM YANG TIDAK BISA DITAWARKAN

Dr. Yanto merangkum tiga prinsip hukum yang harus dipahami oleh semua pihak, terutama para penegak hukum:

1. Tanggung Jawab Ganda

Pelaku tetap harus menjalani hukuman pidana sebagai pertanggungjawaban atas perbuatan yang melawan hukum, sekaligus tetap wajib mengembalikan seluruh kerugian yang diderita oleh negara. Keduanya harus dijalankan, bukan dipilih salah satu.

2. Prinsip Kejahatan Tidak Memberi Keuntungan

Pelaku tidak boleh merasa aman atau terhindar dari jeratan hukum hanya karena mengembalikan uang setelah tertangkap atau diperiksa. Korupsi bukan transaksi bisnis yang bisa dibatalkan dengan pengembalian modal.

3. Nilai Pengembalian Hanya Sebagai Pertimbangan

Jika pengembalian dilakukan secara sukarela sejak awal, hal itu bisa menjadi alasan bagi hakim untuk meringankan hukuman. Namun, tidak pernah bisa menghapuskan status bersalah maupun pemidanaan.

MENYINDIR KINERJA APH: JANGAN BERSEMBUNYI DI BALIK DALIH “SUDAH DIKEMBALIKAN”

Menyikapi kenyataan bahwa masih banyak oknum APH yang menggunakan dalih “kerugian sudah dikembalikan” untuk menghentikan proses hukum, Dr. Yanto menyampaikan sindiran tajam namun penuh makna:

“Jika hukum sudah jelas, yurisprudensi sudah bertumpuk, dan putusan MK sudah menguatkan, mengapa masih ada penegak hukum yang berani berkata ‘sudah bayar beres’? Apakah mereka tidak membaca undang-undang? Atau memang sengaja membutakan mata demi kepentingan tertentu?”

APH, mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga KPK, diberikan kekuasaan bukan untuk menjadi makelar keadilan yang bisa menawar-nawarkan pembebasan dengan alasan pengembalian uang. Mereka harus berani bergerak berlandaskan frasa keadilan, bukan berlandaskan siapa yang bisa membayar,” tegas Dr. Yanto.

BPK DAN TANTANGAN “BERANI TIDAK BUKA-BUKAAN”

Saat disinggung tentang kinerja BPK RI yang mengaudit keuangan negara, disandingkan dengan pernyataan Basuki Cahya Purnama (Ahok) yang beredar di media sosial tentang “Berani Tidak BPK Buka-bukaan”, Dr. Yanto memberikan jawaban yang reflektif:

Itulah persoalan kita selama ini. BPK dalam menjalankan tugas sebagai pemeriksa keuangan negara memang punya ketentuan sendiri dan tidak diberikan mandat untuk melaporkan hasil temuan langsung kepada APH. Namun, kalau sudah bicara sejatinya hukum, acuannya harus kepada prinsip-prinsip yang sudah saya jelaskan di atas.”


“Artinya, bukan hanya BPK yang dituntut transparan. APH pun harus berani mengambil langkah hukum berdasarkan fakta dan bukti, bukan bersembunyi di balik prosedur atau dalih yang justru melemahkan upaya pemberantasan korupsi,Tutupnya

Baca Juga  Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS

*Team media/humas LBH PH*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

CUAN100

CUAN100

article 10000466

article 10000467

article 10000468

article 10000469

article 10000470

article 10000471

article 10000472

article 10000473

article 10000474

article 10000475

article 10000476

article 10000477

article 10000478

article 10000479

article 10000480

article 10000481

article 10000482

article 10000483

article 10000484

article 10000485

article 10000486

article 10000487

article 10000488

article 10000489

article 10000490

article 10000491

article 10000492

article 10000493

article 10000494

article 10000495

article 10000496

article 10000497

article 10000498

article 10000499

article 10000500

article 10000501

article 10000502

article 10000503

article 10000504

article 10000505

article 9998000621

article 9998000622

article 9998000623

article 9998000624

article 9998000625

article 9998000626

article 9998000627

article 9998000628

article 9998000629

article 9998000630

article 9998000631

article 9998000632

article 9998000633

article 9998000634

article 9998000635

article 9998000636

article 9998000637

article 9998000638

article 9998000639

article 9998000640

article 9998000641

article 9998000642

article 9998000643

article 9998000644

article 9998000645

article 9998000646

article 9998000647

article 9998000648

article 9998000649

article 9998000650

article 9998000651

article 9998000652

article 9998000653

article 9998000654

article 9998000655

article 9998000656

article 9998000657

article 9998000658

article 9998000659

article 9998000660

article 9998000661

article 9998000662

article 9998000663

article 9998000664

article 9998000665

article 9998000666

article 9998000667

article 9998000668

article 9998000669

article 9998000670

article 9998000671

article 9998000672

article 9998000673

article 9998000674

article 9998000675

article 9998000676

article 9998000677

article 9998000678

article 9998000679

article 9998000680

article 9998000681

article 9998000682

article 9998000683

article 9998000684

article 9998000685

article 9998000686

article 9998000687

article 9998000688

article 9998000689

article 9998000690

article 838000703

article 838000704

article 838000705

article 838000706

article 838000707

article 838000708

article 838000709

article 838000710

article 838000711

article 838000712

article 838000713

article 838000714

article 838000715

article 838000716

article 838000717

article 838000718

article 838000719

article 838000720

article 838000721

article 838000722

article 838000723

article 838000724

article 838000725

article 838000726

article 838000727

article 838000728

article 838000729

article 838000730

article 838000731

article 838000732

article 838000733

article 838000734

article 838000735

article 838000736

article 838000737

article 838000738

article 838000739

article 838000740

article 838000741

article 838000742

article 838000743

article 838000744

article 838000745

article 838000746

article 838000747

article 838000748

article 838000749

article 838000750

article 838000751

article 838000752

article 838000753

article 838000754

article 838000755

article 838000756

article 838000757

article 838000758

article 838000759

article 838000760

article 838000761

article 838000762

article 838000763

article 838000764

article 838000765

article 838000766

article 838000767

article 838000768

article 838000769

article 838000770

article 838000771

article 838000772

article 238000521

article 238000522

article 238000523

article 238000524

article 238000525

article 238000526

article 238000527

article 238000528

article 238000529

article 238000530

article 238000531

article 238000532

article 238000533

article 238000534

article 238000535

article 238000536

article 238000537

article 238000538

article 238000539

article 238000540

article 238000541

article 238000542

article 238000543

article 238000544

article 238000545

article 238000546

article 238000547

article 238000548

article 238000549

article 238000550

article 238000551

article 238000552

article 238000553

article 238000554

article 238000555

article 238000556

article 238000557

article 238000558

article 238000559

article 238000560

article 238000561

article 238000562

article 238000563

article 238000564

article 238000565

article 238000566

article 238000567

article 238000568

article 238000569

article 238000570

article 238000571

article 238000572

article 238000573

article 238000574

article 238000575

article 238000576

article 238000577

article 238000578

article 238000579

article 238000580

article 238000581

article 238000582

article 238000583

article 238000584

article 238000585

article 238000586

article 238000587

article 238000588

article 238000589

article 238000590

article 7700291

article 7700292

article 7700293

article 7700294

article 7700295

article 7700296

article 7700297

article 7700298

article 7700299

article 7700300

article 7700301

article 7700302

article 7700303

article 7700304

article 7700305

article 7700306

article 7700307

article 7700308

article 7700309

article 7700310

article 7700311

article 7700312

article 7700313

article 7700314

article 7700315

article 7700316

article 7700317

article 7700318

article 7700319

article 7700320

article 7700321

article 7700322

article 7700323

article 7700324

article 7700325

article 7700326

article 7700327

article 7700328

article 7700329

article 7700330

article 7700331

article 7700332

article 7700333

article 7700334

article 7700335

article 7700336

article 7700337

article 7700338

article 7700339

article 7700340

article 7700341

article 7700342

article 7700343

article 7700344

article 7700345

article 7700346

article 7700347

article 7700348

article 7700349

article 7700350

article 7700351

article 7700352

article 7700353

article 7700354

article 7700355

article 7700356

article 7700357

article 7700358

article 7700359

article 7700360

article 2000481

article 2000482

article 2000483

article 2000484

article 2000485

article 2000486

article 2000487

article 2000488

article 2000489

article 2000490

article 2000491

article 2000492

article 2000493

article 2000494

article 2000495

article 2000496

article 2000497

article 2000498

article 2000499

article 2000500

article 2000501

article 2000502

article 2000503

article 2000504

article 2000505

article 2000506

article 2000507

article 2000508

article 2000509

article 2000510

article 2000511

article 2000512

article 2000513

article 2000514

article 2000515

article 2000516

article 2000517

article 2000518

article 2000519

article 2000520

article 2000521

article 2000522

article 2000523

article 2000524

article 2000525

article 2000526

article 2000527

article 2000528

article 2000529

article 2000530

article 2000531

article 2000532

article 2000533

article 2000534

article 2000535

article 2000536

article 2000537

article 2000538

article 2000539

article 2000540

article 2000541

article 2000542

article 2000543

article 2000544

article 2000545

article 2000546

article 2000547

article 2000548

article 2000549

article 2000550

article 2990581

article 2990582

article 2990583

article 2990584

article 2990585

article 2990586

article 2990587

article 2990588

article 2990589

article 2990590

article 2990591

article 2990592

article 2990593

article 2990594

article 2990595

article 2990596

article 2990597

article 2990598

article 2990599

article 2990600

article 2990601

article 2990602

article 2990603

article 2990604

article 2990605

article 2990606

article 2990607

article 2990608

article 2990609

article 2990610

article 2990611

article 2990612

article 2990613

article 2990614

article 2990615

article 2990616

article 2990617

article 2990618

article 2990619

article 2990620

article 10000451

article 10000452

article 10000453

article 10000454

article 10000455

article 10000456

article 10000457

article 10000458

article 10000459

article 10000460

article 10000461

article 10000462

article 10000463

article 10000464

article 10000465

news-1701