INDRAMAYU SMI- Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Nico Antonio, meminta publik menghentikan asumsi liar terkait dugaan kebocoran retribusi parkir Pasar Karangampel. Nico menegaskan aparat penegak hukum (APH) dan Inspektorat sudah turun memeriksa aliran dana tersebut.
Permintaan itu disampaikan Nico usai menyodorkan dua dokumen resmi tahun 2025. Dokumen pertama, “Target Parkir yang Dikelola Dinas Perhubungan Tahun 2025” mencatat Pasar Karangampel ditarget Rp66.769.000 per tahun*dengan pengelola pihak ketiga PT. Langgeng Asal Rukun. Dokumen kedua, “Realisasi Wilayah Retribusi 2025” menunjukkan realisasi hanya Rp56.197.330, tekor Rp10.571.670 dari target.
“Stop asumsi. APH dan Inspektorat sudah periksa. Silakan kawal hasilnya, jangan malah giring opini,” tegas Nico di Gedung DPRD Indramayu, Rabu 6 Mei 2026. “Sistem lama target Rp66 juta, realisasinya minus Rp10,5 juta. Gagal capai target.”
Nico membandingkan dengan sistem baru. “Sejak swakelola oleh Diskopdagin tahun 2026, baru sampai bulan April sudah tembus Rp107 juta. Dari yang tekor Rp10 juta jadi surplus Rp107 juta dalam 4 bulan. Karena data itu, wajar Komisi III dukung swakelola saat pembahasan perencanaan,” ujarnya.
Nico Anggota DPRD yang terpilih dari Dapil 2 meliputi Juntinyuat, Karangampel, Kedokan Bunder, dan Krangkeng membantah keras tudingan menerima aliran dana. “Tugas Komisi III itu menyusun, membahas, dan menetapkan perencanaan anggaran serta mengawasi PAD. Soal teknis setoran harian, itu ranahnya Diskopdagin. DPRD tidak pegang uang parkir sepeserpun,” jelasnya.
Terkait polemik ini, Nico menyatakan siap membuka ruang klarifikasi. “Kami di Komisi III siap gelar RDP panggil Diskopdagin. Biar dinas teknis yang jelaskan alur uangnya. Tapi pahami dulu: yang tekor Rp10 juta itu sistem lama 2025. Yang surplus Rp107 juta itu swakelola 2026. Jangan dibolak-balik,” tegasnya.
Di akhir, Nico mengingatkan asas praduga tak bersalah. “Dokumen tekor Rp10 juta vs surplus Rp107 juta itu fakta. APH sudah bekerja. Kalau ada bukti silakan lapor, tapi jangan sebar fitnah. Saya pertaruhkan nama baik pribadi dan partai,” tutupnya.(Imam)













