SEMARANG, SUARA METROINDONESIA – Kegiatan Merti Bumi Serasi diselenggarakan pada Rabu, 11 Februari 2026, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Semarang. Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa juga sebagai bentuk pelestarian budaya akan kearifan budaya lokal Gemah Ripah Lohjinawi serta kepedulian terhadap alam semesta.

Dalam acara tersebut ada beberapa rangkaian kegiatan seperti Merti Bumi Serasi yang termasuk dan terbilang unik. Di awali dengan Lung Tinampi Tirta Pawitra Suci yang artinya (Serah Terima Air Keramat Suci). Serah terima air yang di ambil dari mata air, yang di anggap keramat dan suci oleh masyarakat lokal di daerah masing masing.
Hadir perwakilan dari 235 daerah kelurahan /desa yang diwakilkan 19 kecamatan yang terbagi menjadi dua kubu, yakni Kubu Kecamatan Timur dan Kubu Kecamatan Barat.
Penyerahan serta menyatukan air yang di ambil dari mata air perkelurahan/desa secara estafet, penyerahan air suci dari kecamatan satu ke kecamatan yang lain.

Lung Tinampi Tirta Pawitra Suci, diantaranya sebagai contoh dari wilayah Kec.Sumowono berjalan menyerahkan air suci menuju Kec.Bandungan, selanjutnya Kec.Bandungan berjalan menyerahkan Air Suci menuju Kec.Ambarawa, Seterusnya dan seterusnya.
Setelah air diterima di kecamatan yang terakhir lalu air suci tersebut dibawa menuju dan diserahkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, yang merupakan titik akhir estafet penyerahan air yang telah menjadi satu di dalam tempat khusus, Begitu pula untuk kubu Kecamatan Timur yang bertitik kumpul di pendopo untuk menyatukan air dari sejumlah kelurahan/desa yang diwakilkan perkecamatan. Dilanjut acara ritual memandikan atau menyucikan benda pusaka peninggalan leluhur, menggunakan air tersebut.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha S.H.,M.H., Danramil Ungaran, Kapolsek Ungaran, serta Perwakilan Keagamaan yang satu wadah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga para Lurah dan Camat Sekabupaten Semarang dan Tamu Undangan. Kegiatan ini berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Dengan adanya Kegiatan ini, juga serta memperingati hari jadi HUT Kabupaten Semarang yang ke-505, yang bertujuan untuk mengangkat budaya kearifan lokal, serta mengukapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas segala kemakmuran yang diberikan. Tidak hanya menjadi ajang acara tahunan, melainkan juga momentum memperkuat komitmen kebersamaan untuk menjaga, mempertahankan, menghidupkan kembali tradisi kearifan lokal budaya warisan leluhur.
Di awal acara, Bupati Semarang H.Ngesti Nugraha, S.H.,M.H.,memberikan sambutan : Mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala Rahmadnya dan segala kemakmuran bumi pertiwi di Kabupaten Semarang. Dilanjutkan sambutan-sambutan dari pihak oganisasi FKUB yang terdiri dari 6 agama yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Ciu, yang menggunakan bahasa asli agama masing-masing dan berintikan “mengucap syukur atas segala karunia dan kemakmuran Ripah Lohjinawi.
Disisilain para masyarakat pengantar Air Suci, yang membawa hasil tani berupa sayuran, buah, dan ubi-ubian yang menggunakan mobil Pickup, nampak sibuk membagi-bagikan hasil tani tersebut untuk masyarakat yang hadir pada acara tersebut.
(Indra.S)












