SEMARANG, SMI. id | Kasus yang sempat viral di media sosial yaitu pengeroyokan yang melibatkan rombongan anak punk di SPBU Tengaran, Kabupaten Semarang, berakhir damai. Insiden itu terjadi Selasa sore (15/9/2026), yang dipicu rasa tidak terima setelah diingatkan oleh pedagang cilok.
Kapolsek Tengaran Iptu Budi Prihanto, S.H., membenarkan peristiwa tersebut. Awalnya rombongan berhenti dikarenakan kendaraan yang digunakan rusak dan para punk tersebut berupaya membetulkannya. Namun diantara mereka ada sebuah perselisihan, yang diduga terjadi ribut dan adu mulut di antara rombongan mereka sendiri.
“Pedagang cilok bernama Budi (43 Th) yang berjualan di SPBU menegur mereka agar keributan tidak berlanjut. Rombongan tersebut tidak terima, dan tersinggung, lalu merusak gerobak cilok dagangan saya.”jelasnya.

Keributan sempat dilerai warga yang antre di SPBU, akan tetapi kelompok punk tersebut justru merabah dan menyerang pedagang bakso.
Personel Polsek Tengaran yang menerima laporan langsung mendatangi TKP dan mengamankan para pelaku. Selanjutnya mereka dibawa ke Sat Reskrim Polres Semarang untuk pemeriksaan.
Kasat Reskrim AKP Bodia Teja Lelana,
Trk. SIK. MH.Li., menjelaskan, bahwa pihaknya telah memeriksa saksi-saksi dan melakukan mediasi dalam kejadian tersebut
“Pada Rabu sore, kami melakukan mediasi untuk kedua pihak. Ahmad (40 Th) sebagai pemilik usaha cilok dan Sultan (28 Th) perwakilan rombongan Punk dan telah sepakat berdamai.”jelas AKP Bodia.
Ahmad mengapresiasi langkah cepat pihak Kepolisian, dimana dalam situasi mendesak personel Polisi tetap menunjukan langkah preventif dan humanis dalam keadaan apapun.
“Saya mngucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian yang dimana telah mengambil langkah sigap untuk menstabilkan keadaan, semoga adanya kejadian ini menjadi pelajaran agar lebih menghargai dan menjaga attitude saat di wilayah orang lain.”ungkapnya.
Sultan pun menyampaikan permohonan maaf dan menjamin rombongannya akan lebih tertib jika singgah di suatu tempat.
(Indra.S)












