GARUT, SMI. id | Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Garut terus mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui penguatan keterampilan dan pengembangan produk. Salah satunya dilakukan melalui kolaborasi bersama Baso Aci Oshin dalam pembuatan Baso Aci Produksi Rutan Garut (BACIPRUT), Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan Kepala Rutan Garut, Kepala Subsi Pelayanan Tahanan beserta jajaran, perwakilan Baso Aci Oshin, serta warga binaan yang terlibat langsung dalam proses pembuatan produk.
Kolaborasi ini tidak sekadar berorientasi pada menghasilkan produk pangan, tetapi menjadi ruang bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muhammad Harun Al Rasyid, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian perlu diarahkan pada keterampilan yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
«“Kami ingin pembinaan kemandirian memberikan keterampilan yang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh warga binaan. Melalui BACIPRUT, mereka tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam proses produksi dan pengembangan usaha,” ujar Muhammad Harun Al Rasyid.»
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan turut terlibat dalam proses pembuatan BACIPRUT bersama pihak Baso Aci Oshin. Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang untuk meningkatkan kualitas produk, kreativitas, serta pemahaman warga binaan terhadap proses pengolahan pangan dan peluang pemasaran.
Rutan Garut terus mendorong agar program pembinaan tidak berhenti pada aktivitas pelatihan, tetapi berkembang menjadi keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomi. Pengembangan BACIPRUT menjadi salah satu upaya menghadirkan pembinaan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada kemandirian.
Melalui kolaborasi dengan pihak eksternal, Rutan Garut berupaya memperluas kesempatan belajar bagi warga binaan sekaligus membangun ekosistem pembinaan yang dapat memberikan manfaat nyata sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.
(Ayi Ahmad)








