INDRAMAYU,SMI-Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan dalam menjalankan bisnis yang berwawasan lingkungan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kembali mendapat apresiasi bergengsi.
Melalui program Community Development & Involvement (CID) WIRALODRA (Wilayah Masyarakat Pengelola Daur Ulang Sampah), Kilang Balongan berhasil meraih Indonesia Social Responsibility Awards (ISRA) 2026 dengan predikat Silver pada kategori Economic Empowerment.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Officer I CSR & SMEPP Kilang Balongan, Andromedo Cahyo Purnomo, dalam acara yang berlangsung di Swiss-Belhotel Solo, Jumat (7/8/2026).
WIRALODRA, Mengubah Sampah Menjadi Peluang Ekonomi
Program WIRALODRA merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang dirancang untuk menjawab persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Ring 1 operasional Kilang Balongan.
Program yang telah berjalan sejak 2021 di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, tersebut memiliki sejumlah tujuan, mulai dari mengurangi penumpukan sampah, meningkatkan kapasitas masyarakat, menciptakan nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular, hingga mengurangi kebiasaan membakar sampah.
Langkah tersebut juga dinilai penting karena praktik pembakaran sampah berpotensi menimbulkan risiko terhadap lingkungan dan sejumlah fasilitas yang mudah terbakar di sekitar wilayah operasional Pertamina Group.
Dalam perkembangannya, WIRALODRA mampu mengolah sampah organik hingga sekitar 80 kilogram per hari, sementara sampah anorganik mencapai 100 kilogram per bulan. Secara keseluruhan, program ini telah mengalihkan sekitar 30,4 ton sampah per tahun dari praktik pembuangan maupun pembakaran menuju pengelolaan yang lebih produktif.
Tidak hanya menjadi tempat pengolahan sampah, WIRALODRA juga berkembang sebagai learning centre pengelolaan sampah yang menjadi rujukan berbagai pihak, di antaranya Kementerian Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, perguruan tinggi, SLBN Mutiara Hati, SMKN 1 Balongan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Sejak 2021, sampah plastik sekitar 100–200 kilogram per bulan berhasil diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti plakat, gantungan kunci, furnitur, kotak tisu, jam, tempat sampah, dan produk kreatif lainnya.
Sementara itu, pengelolaan sampah organik dilakukan melalui budidaya maggot yang mampu mengolah sekitar 80–100 kilogram sampah per minggu. Maggot tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai pakan tambahan atau vitamin bagi sekitar 120 ekor ayam petelur.
Dari usaha tersebut, kelompok mampu menghasilkan sekitar 7 kilogram telur per hari, dengan nilai ekonomi mencapai kurang lebih Rp210.000 per hari.
Konsep ekonomi sirkular yang diterapkan WIRALODRA pun terus berkembang. Pada 2025, berbagai produk dan unit usaha yang dikelola kelompok berhasil menghasilkan nilai ekonomi mencapai Rp274.149.746.
Tak Sekadar Mengolah Sampah,Dampak program WIRALODRA tidak berhenti pada berkurangnya volume sampah. Program ini juga mendorong terciptanya sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan keterampilan teknis, kapasitas kewirausahaan, dan diversifikasi usaha.
Kelompok WIRALODRA kini menjadi salah satu penggerak ekonomi sirkular berbasis masyarakat yang mampu mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo.
“Raihan penghargaan ini merupakan wujud pengakuan dan apresiasi untuk hasil kerja keras bersama dan peran serta Kilang Balongan yang berkolaborasi dengan berbagai pihak. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata,” ungkap Yulianto.
Penghargaan ISRA 2026 tersebut sekaligus menambah catatan positif perjalanan keberlanjutan Kilang Pertamina Balongan. Program WIRALODRA menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan penciptaan nilai ekonomi.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Kilang Balongan terus memperkuat perannya bukan hanya sebagai perusahaan pengolahan minyak dan gas, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang berkomitmen menjaga lingkungan dan mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi warga.
(Gedo)












