GARUT, SMI. id | Bencana Alam Hidrometeorologi menimpa warga Kabupaten Garut. Rumah milik Nina Roslina, warga Kampung Nyangegeng, RT 02 RW 08, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu ambruk diterjang angin kencang pada Minggu, (2/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, Nina bersama empat anaknya harus meninggalkan rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka. Untuk sementara, keluarga tersebut terpaksa menumpang di rumah kerabat.
Kondisi keluarga Nina semakin memprihatinkan lantaran suaminya saat ini sedang berada di luar daerah untuk bekerja. Sementara itu, keempat anaknya masih berstatus sebagai pelajar dan membutuhkan tempat tinggal yang aman dan layak.
Sementara kondisi rumah yang mengalami kerusakan parah tersebut mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan serta BPBD Garut, Kepala Desa Sukalilah serta Sekdes Desa Sukalilah, unsur Muspika datang langsung meninjau lokasi rumah yang ambruk pada hari Senin 3 Agustus 2026.

Kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Garut, Fraksi PDI-Perjuangan,Yudha Puja Turnawan turun langsung memberikan bantuan sembako dan uang tunai untuk meringankan beban korban bencana.
Yudha Puja Turnawan memaparkan, pada awak media bahwa kondisi rumah yang sudah ambruk membuat keluarga Nina kehilangan tempat untuk berteduh. Karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi bantuan dari berbagai pihak untuk membantu proses pemulihan rumah tersebut.
Yudha mengatakan, Nina merupakan warga yang masuk kategori desil 1 sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan segera dari pemerintah maupun pihak lainnya.
“Ini menimpa keluarga Ibu Nina, memiliki empat orang anak. sementara suaminya sedang bekerja merantau ke Sumatera,” kata Yudha.
Saat meninjau lokasi.Yudha berharap pemerintah daerah dapat menggandeng pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Selain itu, bantuan juga diharapkan dapat diperoleh dari Baznas dan perusahaan berskala besar yang ada di Kabupaten Garut.”Harapan saya ada kolaborasi pendanaan dari CSR dan Baznas. Bukan hanya dari BJB, tetapi juga entitas usaha skala besar untuk membantu warga Garut yang terkena musibah,”ujarnya.

Selain mendorong bantuan dari pemerintah daerah dan pihak swasta, Yudha juga meminta agar keluarga Nina mendapatkan asesmen dari Kementerian Sosial. Menurutnya, kondisi Nina yang masuk dalam kategori desil 1 serta rumah yang sudah tidak dapat ditempati menjadi dasar untuk dilakukan asesmen lebih lanjut.
Ia berharap keluarga tersebut dapat memperoleh bantuan melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST). Mudah-mudahan bisa direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan RST atau Rumah Sejahtera Terpadu untuk Ibu Nina dan keluarga,”ucapnya.
Kepada Pak Bupati, saya meminta agar kolaborasi pendanaan dioptimalkan. Segera bantu warga Garut yang terkena musibah, apalagi sudah kehilangan tempat berteduh karena atap rumahnya ambruk,”tandasnya
Yudha menilai bantuan tersebut perlu segera diupayakan mengingat Nina harus mengasuh empat anak yang seluruhnya masih bersekolah. Kondisi tempat tinggal yang tidak layak tentu menjadi persoalan serius bagi keluarga tersebut.Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Garut untuk segera mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak guna membantu warga yang terdampak musibah.
Kini, keluarga Nina masih berharap adanya bantuan agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak huni,”pungkasnya
(Ayi Ahmad)













