INDRAMAYU, SMI.id | PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan terus berinovasi dalam mewujudkan operasional kilang yang andal, aman, dan ramah lingkungan. Sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk menjaga keandalan operasional sekaligus memohon perlindungan dan keberkahan dalam menjalankan tugas menjaga ketahanan energi nasional, Perwira Kilang Balongan menggelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim pada Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung khusyuk di Mushola Gedung RPPK Kilang Balongan itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Perwira Fungsi Produksi, Agung Widianto. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustaz Syeh Lukman Hakim, S.E.I., pendiri Rumah Tahfidz Al-Qur’an Ulil Albab Kabupaten Indramayu.
Dalam ceramahnya, Ustaz Syeh Lukman Hakim mengajak seluruh pekerja untuk menanamkan sikap qana’ah serta menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah. Menurutnya, menjaga keberlangsungan pasokan energi bagi masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang bernilai mulia apabila diniatkan dengan ikhlas.
“Menjaga keberlangsungan pasokan energi bagi jutaan masyarakat adalah bentuk perjuangan dan ibadah yang mulia. Ketika pekerjaan bernilai vital ini diniatkan sebagai pengabdian, insyaAllah setiap peluh yang keluar akan bernilai pahala dan membawa keberkahan,” ujarnya.
Secara operasional, Kilang Balongan kini telah meningkatkan kapasitas pengolahan dari 125.000 barel per hari menjadi 150.000 barel per hari setelah selesainya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Dengan Nelson Complexity Index mencapai 11,9, kilang ini didukung Unit Residue Catalytic Cracking (RCC) yang mampu mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi seperti Pertamax Series, Avtur, hingga Propylene. Teknologi tersebut menjadi salah satu penopang penting dalam menjaga pasokan energi nasional, khususnya untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sebagian besar Jawa Barat.
Manager Produksi I Kilang Balongan, Ari Wicaksono, mengatakan bahwa keberhasilan operasional kilang tidak hanya bergantung pada teknologi dan kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga keseimbangan antara ikhtiar teknis dan spiritual.
“Di Kilang Balongan, kami senantiasa menekankan pentingnya operational excellence dan budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Namun, kami juga menyadari sepenuhnya bahwa seluruh ikhtiar teknis tersebut harus ditopang oleh doa. Kegiatan ini menjadi wadah bagi Perwira untuk menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dengan kebutuhan rohani demi mewujudkan zero accident serta keberkahan bagi pekerja maupun kilang,” ungkap Ari.
Pada kesempatan tersebut, Perwira Fungsi Produksi juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim di sekitar wilayah operasional kilang dengan nilai total Rp10 juta. Dana santunan tersebut berasal dari infak dan sedekah sukarela yang dihimpun dari uang pribadi para pekerja sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Balongan, Rizky Anggia, menyampaikan bahwa kepedulian sosial yang tumbuh dari inisiatif para pekerja sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan program Community Involvement & Development (CID).
Menurut Rizky, semangat berbagi yang ditunjukkan para Perwira menjadi cerminan nilai kemanusiaan yang terus dijaga di lingkungan Kilang Balongan. Di sisi lain, perusahaan juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, peningkatan kesehatan, serta pendidikan guna mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar operasional kilang.
Melalui kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim ini, Kilang Balongan berharap seluruh insan perusahaan senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran dalam menjalankan operasional, serta mampu terus memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
(Gedo)












