INDRAMAYU,SMI-UPTD SMPN 2 Kertasemaya, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui penguatan life skill (keterampilan hidup) bagi para siswa. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggelar kegiatan edukatif bertema “Belajar Membatik” di sentra batik terkenal, Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon, pada Rabu, 10/5/ 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis keterampilan yang bertujuan membekali peserta didik dengan wawasan, pengalaman, serta kemampuan praktis yang dapat menjadi bekal di masa depan. Para siswa diajak mengenal secara langsung proses pembuatan batik, mulai dari tahap perancangan motif, pencantingan, pewarnaan hingga proses finishing.
Kepala UPTD SMPN 2 Kertasemaya, Dian Puspita Sari, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan nilai kreativitas, kemandirian, serta kecintaan terhadap budaya bangsa kepada para siswa.
“Melalui kegiatan belajar membatik ini, kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada siswa agar mereka tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat. Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan modern menuntut sekolah untuk mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan berwirausaha. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu strategi yang terus dikembangkan di lingkungan UPTD SMPN 2 Kertasemaya.
Antusiasme para siswa terlihat selama mengikuti kegiatan. Mereka tampak aktif bertanya dan mencoba langsung teknik membatik di bawah bimbingan para pengrajin profesional. Selain menambah wawasan budaya, kegiatan tersebut juga membuka pandangan siswa terhadap peluang usaha kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Program “Belajar Membatik” ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu menghubungkan dunia pendidikan dengan pelestarian budaya lokal. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen UPTD SMPN 2 Kertasemaya dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan kehidupan nyata.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa dapat mengembangkan keterampilan, karakter, serta jiwa kewirausahaan sejak dini, sehingga kelak mampu menjadi generasi yang mandiri, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(Imam)













