INDRAMAYU,SMI-Komitmen menjaga keamanan dan kelancaran operasional kembali dibuktikan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) Balongan. Kilang yang menjadi salah satu aset strategis nasional tersebut berhasil mempertahankan predikat Gold dalam implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP), dengan capaian nilai 96,86 persen atau masuk kategori Baik Sekali.
Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan Klarifikasi Eksternal Audit yang dilaksanakan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri pada 11–13 Agustus 2026. Audit dilakukan untuk memastikan penerapan sistem manajemen pengamanan di Kilang Balongan berjalan efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sistem Manajemen Pengamanan yang diterapkan Kilang Balongan mengacu pada Peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017 tentang Pemberian Bantuan Pengamanan pada Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu.
Ketua Tim Klarifikasi Baharkam Polri, Kombes Pol Ananta Giarinto, dalam Closing Meeting di Ruang Strategic Command Center, Gedung Amanah RU Balongan, menyampaikan apresiasi terhadap hasil implementasi sistem pengamanan di lingkungan kilang.

“Secara keseluruhan Kilang Balongan telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Pengamanan dengan sangat baik dan berhasil mempertahankan predikat Gold dengan nilai mencapai 96,86 persen dari 100,” ujar Ananta.
Menurutnya, proses audit tidak hanya menilai kesesuaian sistem pengamanan dengan regulasi, tetapi juga melihat kesiapan Kilang Balongan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi di lapangan.
Audit mencakup sejumlah aspek penting, di antaranya komitmen dan kebijakan, pola pengamanan, konfigurasi pengamanan, standar kemampuan pelaksana pengamanan, serta monitoring dan evaluasi.
Tim Baharkam Polri juga melakukan observasi dan pemeriksaan langsung ke sejumlah titik strategis di area Kilang Balongan. Pemeriksaan antara lain dilakukan di Pos 3 Zona Merah Kilang, area kilang, Control Center Oil Movement, Command Center, Pos 1 Utama hingga Pos Jetty.
Executive General Manager PT PPN RU Balongan, Yulianto Triwibowo, menyambut positif hasil audit tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja dan mitra kerja yang dinilai turut berkontribusi dalam menjaga keamanan serta kelancaran operasional kilang.
“Keberhasilan ini merupakan wujud kesolidan dari seluruh elemen di Kilang Balongan dalam menjaga kelancaran dan keamanan Kilang Balongan,” ungkap Yulianto.
Meski berhasil mempertahankan predikat Gold, Yulianto menegaskan bahwa masih terdapat ruang untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan.
Ia meminta seluruh pekerja untuk terus menjaga komitmen terhadap penerapan aspek keamanan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Keamanan kilang merupakan garda terdepan dalam kelancaran operasi Kilang Balongan serta ketahanan energi nasional demi kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR RU Balongan, Abraham Lagaligo, menilai kegiatan klarifikasi implementasi SMP menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan standar pengamanan.
Menurutnya, penguatan sistem proteksi berlapis diperlukan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan terhadap operasional kilang.
“Kilang Pertamina Balongan merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan energi negara. Mari kita bersama menjaga keberlanjutan kilang ini agar dapat terus memberikan manfaat bagi bangsa, negara dan masyarakat,” pungkas Abraham.
Dengan capaian 96,86 persen dan predikat Gold tersebut, Kilang Balongan menunjukkan bahwa aspek keamanan tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian penting dari upaya menjaga keandalan operasi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
(Gedo)












