INDRAMAYU,SMI – Baituzzakah Pertamina (BAZMA) Refinery Unit VI Balongan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. Berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiralodra, BAZMA menggelar Pelatihan Pembuatan Tempe Skala Rumahan bagi kelompok ibu-ibu mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Selasa (28/7/2026).
Program ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan peluang usaha berbasis rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pekerjaan di luar negeri. Melalui keterampilan sederhana namun memiliki prospek pasar yang luas, para peserta didorong untuk membangun usaha mandiri tanpa harus meninggalkan keluarga.
Mewakili pengurus BAZMA Kilang Balongan, Faisal menjelaskan bahwa usaha tempe dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Selain bahan baku yang mudah diperoleh, proses produksinya relatif sederhana dan permintaan pasar terhadap tempe sebagai pangan sehari-hari terus tinggi.
“Kegiatan ini merupakan komitmen berkelanjutan kami dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami berharap keterampilan ini mampu melahirkan wirausaha baru sehingga para ibu dapat mandiri secara finansial tanpa harus bekerja jauh dari keluarga,” ujar Faisal.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Rawadalem. Nurcholis yang mewakili Kepala Desa mengatakan, selama ini sebagian besar masyarakat masih menggantungkan penghasilan sebagai pekerja migran sehingga potensi usaha mikro di desa belum berkembang secara optimal.
“Kami sangat mengapresiasi program BAZMA Pertamina. Pelatihan ini membuka wawasan masyarakat bahwa peluang usaha yang menjanjikan ternyata bisa dimulai dari rumah. Semoga menjadi motivasi bagi lahirnya pelaku UMKM baru di Desa Rawadalem,” tuturnya.
Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, BAZMA menghadirkan dua praktisi usaha tempe rumahan, yakni Abdul Goni Ghozali sebagai pemateri dan Arifin sebagai instruktur praktik.
Dalam sesi praktik, Arifin memandu peserta mulai dari proses pemilihan kedelai berkualitas, pencucian, perendaman, perebusan, pengupasan kulit, pencampuran ragi, pengemasan hingga teknik fermentasi yang tepat. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai standar kebersihan peralatan produksi, penggunaan ragi yang sesuai, serta teknik penyimpanan agar menghasilkan tempe berkualitas tinggi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah satunya Tati, yang mengaku bersyukur memperoleh ilmu baru yang dapat dijadikan bekal membangun usaha rumahan sekaligus membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
“Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini. Mudah-mudahan ilmu yang didapat bisa menjadi awal usaha sendiri sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menyediakan makanan bergizi,” ungkapnya.
Secara terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan, Nurhidayanto, turut mengapresiasi peran aktif BAZMA dalam membangun kapasitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Pelatihan ini memberikan bekal praktis bagi masyarakat untuk memulai usaha dari skala rumah tangga. Kami berharap keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus melahirkan pelaku usaha baru di Desa Rawadalem,” katanya.
Menurut Nurhidayanto, program pemberdayaan yang dijalankan BAZMA membuktikan bahwa pengelolaan zakat pekerja tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan melalui peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat.
Melalui program ini, BAZMA Kilang Pertamina Balongan kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra pembangunan sosial yang tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan operasional kilang.
(Gedo)











