Kota bandung.SMI.id -Sabtu,2 mei 2026.Memperingati Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 mei 2026 dari Kua kecamatan Andir Munir Nurhakim,S.A.g biasa di kenal Abah Munir mengungkapkan bahwa pendidikan di kita harus lebih muncul dan harus lebih baik bukannya merosot drastis karena moral dan akhlak.
Hardiknas lahir bersamaan dengan hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara, 2 Mei 1889.
Beliau meletakkan dasar pendidikan: _Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani_. Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan.
Maka Hardiknas 2026 dengan Tema _“Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” Kata kuncinya: *Partisipasi Semesta*. Artinya, pendidikan bukan hanya urusan sekolah. Masjid, madrasah, KUA,
guru ngaji, orang tua, yang menjaga mereka dari kebodohan dan kemerosotan akhlak._baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur_, jika ilmu dan adab berjalan beriringan.
Rasulullah SAW bersabda: “Thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslim”. Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Ilmu apa? Ilmu dunia dan ilmu akhirat. Maka KUA tidak bisa diam.”Ujarnya
Karena itu, dalam semangat Hardiknas 2026, KUA Kecamatan Andir mencanangkan 4 gerakan:
1. Revitalisasi Pendidikan Keluarga*: Kami aktifkan kembali program _Bimbingan Perkawinan_ bukan sekadar syarat nikah, tapi kelas parenting. Sebab madrasah pertama anak adalah keluarga. Ayah-Ibu yang shalih, insyaAllah anaknya shalih.
2. Digitalisasi Ngaji*: Bekerja sama dengan sekolah, kami dorong TPQ dan madrasah diniyah pakai _Rumah Belajar Kemenag_ dan _Aplikasi Quran Digital_. Biar santri melek teknologi, tapi tetap cinta Quran.
3. Kesejahteraan Guru Ngaji*: Kami data seluruh guru ngaji di `kecamatan Andir Bersama Camat dan Baznas, insentif guru ngaji kita naik Guru ngaji sejahtera, ngajarnya jadi khusyuk.
4. Pencegahan Putus Sekolah*: KUA akan menolak dispensasi nikah untuk anak di bawah umur, kecuali alasan syar’i yang kuat. Sebab menikah bukan solusi putus sekolah. Kami siap dampingi anak-anak lanjut Paket C dan kuliah.
Kepada para guru PAI dan penyuluh agama, Panjenengan adalah _Tut Wuri Handayani_ di bidang akhlak. Di sekolah anak belajar Matematika, di madrasah anak belajar Akhlak. Dua-duanya harus jalan.
Mari kita jaga anak-anak dari 3 musuh zaman sekarang “narkoba, pergaulan bebas, dan paham radikal. Bentengnya cuma satu: ilmu agama yang _rahmatan lil ‘alamin_.”ucapnya
Peran ketua KUA Andir memperingati Hardiknas dengan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk semua.
Dengan itu menambahkan pesan Kepada orang tua ,Jangan bangga anak juara kelas tapi nggak bisa baca Quran. Jangan bangga anak jago IT tapi nggak shalat. Titip pesan dari KUA: Magrib matikan TV, matikan HP. Duduk bersama anak, baca Quran 5 ayat saja. Itu investasi akhirat yang nggak akan rugi.
Kami di belakang, mendoakan dan melindungi. Mau jadi dokter, hafidz, camat, atau seniman seperti komunitas semua mulia asal ilmunya berkah. Syaratnya 2 : _iqra_, baca. Dan _akhlaq_, jaga adab. Tanpa adab, ilmu jadi bencana.
Harapan dari ketua KUA Andir juga dengan mengadakan program terus pelatihan pendidikan dan pra nikah untuk Kecamatan Andir. Ini bukti nyata bahwa baik di masjid dan KUA ikut Partisipasi Semesta dengan mewujudkan pendidikan bermutu.
Doa dan tekad: KUA kec Andir siap bersinergi dengan sekolah, dengan pesantren, dengan para dkm dengan siapa pun, demi lahirnya generasi yang cerdas otaknya, lembut hatinya, luhur akhlaknya.”pungkasnya
Di akhiri dengan mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Bergerak bersama, lanjutkan Merdeka Belajar, kuatkan akhlak mulia.
*Red*












