INDRAMAYU,SMI-Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina Patra Niaga, Dewi Kurnia Salwa, melakukan kunjungan kerja ke Kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (17/4/2026).
Dalam kunjungannya, Dewi Kurnia mengawali kegiatan dengan senam bersama pekerja dan Tim Agent of Change (AOC). Selanjutnya, ia berdiskusi dengan pengurus Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Balongan (SP-PBB) serta menggelar pertemuan dengan jajaran manajemen Kilang Balongan.
Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah meninjau fasilitas Operator Training Simulator (OTS), yang digunakan sebagai sarana pelatihan bagi operator dan panelman di lingkungan kilang.
General Manager RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menjelaskan bahwa simulator pada ruang OTS dirancang menyerupai sistem Distributed Control System (DCS) yang digunakan di ruang kontrol utama kilang. Hal ini memungkinkan para pekerja untuk berlatih secara aman tanpa risiko terhadap operasional kilang.
“Dengan OTS ini, Kilang Balongan dapat meningkatkan kredibilitas operator melalui program sertifikasi yang diakui secara formal,” ujarnya.
Yulianto menambahkan, saat ini fasilitas OTS di Kilang Balongan telah dilengkapi simulator untuk Unit Utilities dan Unit RCC (Residue Catalytic Cracking), yang berperan penting dalam meningkatkan kompetensi operator.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa hubungan industrial antara pekerja dan manajemen berjalan harmonis melalui kolaborasi strategis bersama serikat pekerja, sehingga mampu mendukung kesejahteraan karyawan sekaligus pencapaian target kinerja perusahaan.
“Hubungan dengan stakeholder juga terjalin dengan baik sehingga menunjang terciptanya suasana yang kondusif di sekitar kilang,” tambahnya.
Sementara itu, Dewi Kurnia Salwa mengapresiasi pemanfaatan fasilitas OTS yang dinilai telah berjalan optimal di Kilang Balongan. Menurutnya, pelatihan berbasis simulator menjadi kunci dalam meningkatkan kompetensi operator sekaligus menjaga keandalan operasional kilang.
“Dengan terlatihnya para operator, maka ilmu yang didapat akan berdampak pada peningkatan kinerja individu, mendukung kehandalan operasional kilang dalam memproduksi kebutuhan BBM nasional, serta meningkatkan margin perusahaan,” ungkapnya.
Ia berharap fasilitas simulator tersebut dapat terus dikembangkan sehingga para operator semakin memahami prosedur pengoperasian sistem pengendalian kilang secara aman, baik dalam kondisi normal maupun darurat.
“Semoga simulator ini bisa terus terjaga dan dikembangkan demi mendukung operasional kilang yang aman dan andal,” pungkasnya.
(Imam)












