INDRAMAYU,SMI- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, mendapat respons positif dari masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan ayam petelur yang dinilai mampu membantu perekonomian warga.
Program tersebut diwujudkan dengan pembangunan kandang ayam petelur berukuran 16 meter x 4 meter yang mampu menampung sekitar 552 ekor ayam. Untuk merealisasikan program ini, BUMDes Juntikebon mengalokasikan anggaran sekitar Rp280 juta.
Lokasi kandang yang dipilih dinilai strategis karena tidak mengganggu lingkungan sekitar, sehingga aktivitas peternakan dapat berjalan aman dan nyaman. Selain itu, usaha ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian desa sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya telur ayam.
Pengurus BUMDes Juntikebon, Yamin, menjelaskan bahwa hasil produksi telur nantinya akan dijual kepada warga dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Jika harga telur di pasar berkisar Rp30.000 per kilogram, maka kami akan menjualnya sekitar Rp27.000 hingga Rp28.000 per kilogram,” ujarnya saat ditemui, Senin (2/2/2026).
Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menilai kondisi kandang cukup baik dan ayam yang dipelihara terlihat sehat, sehingga diyakini mampu menghasilkan telur berkualitas.
Keberadaan usaha peternakan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga menjadi salah satu penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Dengan inovasi tersebut, BUMDes Juntikebon diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang produktif serta berkelanjutan.
(Imam)












