INDRAMAYU,SMI-General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan, Yulianto Triwibowo, menerima kunjungan kerja jajaran Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan 34/Cakra Buana (CB) dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 889/Gagak Winangsih (GW), dalam rangka mempererat silaturahmi dan membangun sinergi strategis.
Kunjungan perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat tersebut disambut langsung oleh GM di ruang kerjanya, didampingi Manager HSSE Kilang Balongan Mochammad Arifin serta Section Head Security Aswidi.
Dalam audiensi, Komandan Brigif TP 34/Cakra Buana, Arief Widyanto, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan agenda silaturahmi sekaligus perkenalan satuan baru Brigif TP 34/CB dan Yonif TP 889/GW. Ia menjelaskan bahwa Yonif TP 889/GW merupakan satuan baru yang berlokasi di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, dan berada di bawah jajaran Kodam III/Siliwangi.
Menurutnya, satuan ini memiliki fokus pada pertahanan wilayah sekaligus mendukung ketahanan pangan di kawasan Pantura. Selain itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Yonif TP juga memiliki tugas dalam pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang bersifat strategis.
“Yonif TP 889/GW siap berkolaborasi dalam menjaga keamanan operasional dan kondusifitas Kilang Balongan,” ujar Kolonel Arief.
Sementara itu, GM Kilang Pertamina Balongan, Yulianto Triwibowo, menyambut baik kehadiran Brigif 34/Cakra Buana dan Yonif TP 889/GW di Kabupaten Indramayu. Ia menilai keberadaan satuan baru tersebut akan memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat maupun dalam mendukung pengamanan objek vital nasional di wilayah tersebut.
Yulianto menjelaskan, Kilang Balongan merupakan industri pengolahan minyak mentah yang mulai beroperasi sejak 1994 dan dikenal sebagai salah satu kilang paling kompleks di Indonesia, dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 barel per hari.
Kilang ini memiliki peran vital dalam memproduksi bahan bakar ramah lingkungan seperti Pertamax, Pertalite, dan Solar, serta produk petrokimia berupa propylene, yang menjadi pasokan utama untuk wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
“Semoga terjalin sinergitas yang harmonis antara Kilang Pertamina Balongan dengan Brigif 34/Cakra Buana dan Yonif TP 889/GW demi menjaga ketahanan energi nasional,” ungkapnya.
Pertemuan kedua instansi tersebut ditutup dengan pertukaran cinderamata sebagai simbol sinergi, kemitraan strategis, dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan serta keberlangsungan objek vital nasional di Indonesia.
(Imam)












