MAGETAN, SMI. id – Kehadiran Sirkuit Suryo di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, akhirnya diperkenalkan secara luas kepada publik melalui gelaran Kejurprov Road Race IMI Jawa Timur 2026 seri pertama yang berlangsung pada 28–29 Maret 2026.
Ajang ini sekaligus menjadi momentum awal pemanfaatan sirkuit tersebut sebagai pusat kegiatan balap motor di wilayah Jawa Timur.
Setelah menyelesaikan tahap pembangunan lanjutan dan dinyatakan layak digunakan sesuai standar regulasi oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur, lintasan ini langsung dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat provinsi.
Meskipun belum sepenuhnya rampung, panitia tetap mengedepankan aspek keselamatan dengan melakukan berbagai langkah mitigasi risiko demi memastikan kelancaran jalannya perlombaan.
Secara fasilitas, sirkuit ini telah dilengkapi dengan sejumlah sarana pendukung, seperti area paddock baru, pemavingan di sisi timur lintasan start, serta perbaikan talud di beberapa titik. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas balap sekaligus memberikan kenyamanan bagi peserta dan tim.

Lebih dari sekadar arena kompetisi, Sirkuit Suryo diproyeksikan sebagai pusat pembinaan atlet balap muda di Magetan dan sekitarnya. Rencana pengembangan ke depan pun cukup ambisius, mulai dari pembentukan sekolah balap di bawah naungan IMI, penyelenggaraan berbagai event komunitas otomotif, pelatihan keselamatan berkendara (safety riding), hingga kegiatan promosi industri otomotif.
Tak hanya berdampak pada dunia olahraga, ajang perdana ini juga memberikan efek positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Para pelaku usaha kecil dan UMKM di kawasan sirkuit merasakan peningkatan aktivitas ekonomi yang cukup signifikan selama berlangsungnya kejuaraan.
Pembangunan sirkuit ini sendiri tak lepas dari inspirasi atas prestasi pembalap muda asal Magetan seperti Mario Suryo Aji dan Adenanta Putra, yang telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang mampu mengikuti jejak mereka.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam momentum tersebut dan secara simbolis menandatangani prasasti sebagai penanda diresmikannya Sirkuit Suryo Magetan.
Dalam keterangannya, Khofifah menegaskan bahwa keberadaan sirkuit ini bukan sekadar fasilitas olahraga, melainkan investasi jangka panjang bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang otomotif.
“Dengan hadirnya sirkuit ini, kita berharap lahir lebih banyak pembalap berprestasi dari Jawa Timur, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui sport tourism,” ucap Khofifah, Minggu (29/3/2026)
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas otomotif, dan masyarakat dalam menjaga serta memaksimalkan pemanfaatan sirkuit agar terus hidup dengan berbagai kegiatan positif.
Dengan digelarnya kejuaraan perdana ini, Sirkuit Suryo Magetan tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur olahraga, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi dan pariwisata berbasis olahraga di daerah.
(Gun)












