REMBANG, SMI. id – Memasuki usia ke-53 tahun kiprahnya di panggung politik nasional, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) merefleksikan semangat kebangsaan melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan. Mengusung tajuk “Cintailah Bumi Pertiwi”, partai berlambang banteng moncong putih ini menyelenggarakan berbuka puasa bersama juga serangkaian kegiatan bakti sosial pembagian 1000 paket sembakau dan konservasi lingkungan di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, pada Kamis (26/2/2026).
Peringatan HUT kali ini mengambil dimensi yang lebih substantif dengan memadukan aspek ekologis dan sosial. Agenda yang dipusatkan di Desa Tegaldowo dan Desa Pasucen ini menjadi wujud konkret komitmen partai terhadap isu-isu strategis kebangsaan, terutama dalam ranah ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.
Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah yang membidangi kesejahteraan rakyat, perwakilan Bupati Rembang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, jajaran Muspika Kecamatan Gunem, tokoh masyarakat, serta para akademisi dan pegiat lingkungan.
Rangkaian acara diawali dengan kegiatan restocking ikan atau tabur benih ikan di kawasan Embung Desa Pasucen, sebuah langkah strategis untuk mendukung produktivitas perikanan darat. Kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon di area penyangga Embung Desa Tegaldowo yang bertujuan untuk menjaga fungsi hidrologis dan mencegah potensi degradasi lahan.

Messy, perwakilan dari Komisi E DPRD Jawa Tengah, dalam pernyataannya kepada media menegaskan pentingnya intervensi kebijakan berbasis aksi nyata. “Aksi penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni, melainkan investasi ekologis jangka panjang. Kita sedang menanam ‘masa depan’ bagi generasi mendatang. Menjaga Bumi Pertiwi berarti memastikan keberlanjutan ekologis yang menjadi fondasi utama bagi ketahanan pangan dan kedaulatan hayati anak cucu kita kelak,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Rembang, Ridwan, menjelaskan bahwa rangkaian acara ini merupakan manifestasi dari rasa syukur atas berkah Ilahi serta implementasi ideologis dari kecintaan terhadap tanah air. “Ini adalah aktualisasi dari kecintaan kita pada Tanah Air yang tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata. Kami menyentuh aspek fundamental, yaitu kelestarian lingkungan yang menjadi prasyarat bagi ketahanan pangan, stabilitas sosial, dan kerukunan antarwarga,” jelas Ridwan.
Ridwan juga mengapresiasi kehadiran perwakilan legislatif provinsi yang dinilainya memberikan stimulan moral dan dukungan bagi masyarakat Rembang. “Kebersamaan ini menjadi energi tersendiri. Di sela-sela menanti waktu berbuka puasa, kami berdialog dengan masyarakat, menyerap aspirasi, dan memperkuat simpul-simpul kebersamaan yang selama ini telah terbangun,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Ridwan mengemukakan harapannya agar kegiatan yang mengintegrasikan aspek sosial-ekologis ini dapat menjadi model kegiatan yang berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan dengan paradigma pembangunan berkelanjutan seperti ini dapat dilakukan secara periodik, dengan tema-tema kontekstual yang menjawab kebutuhan masyarakat. Ini adalah kontribusi nyata partai dalam menjaga harmoni antara pembangunan dan kelestarian alam,” pungkasnya.
Puncak acara berlangsung khidmat dan hangat saat waktu berbuka puasa tiba. Kebersamaan seluruh elemen yang hadir dalam menikmati hidangan sederhana menjadi simbol eratnya kohesi sosial antara partai, pemerintah, dan masyarakat dalam bingkai “Cintailah Bumi Pertiwi”.
( Jowansah )




