INDRAMAYU, SMI.id | Proyek rehabilitasi Jalan Buyut Kunir di Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan publik. Jalan cor beton yang baru rampung dikerjakan sekitar satu bulan lebih itu kini telah mengalami retak memanjang sepanjang lebih dari 20 meter. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya persoalan pada mutu pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek Rehabilitasi Jalan Desa Juntikedokan merupakan pekerjaan Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan nilai kontrak sebesar Rp199.929.600. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Mahakarya Wira Jaya, yang beralamat di Desa Jayawinangun, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu.
Temuan keretakan pada badan jalan yang baru selesai dibangun itu sontak memicu kekecewaan masyarakat. Warga menilai kondisi tersebut tidak lazim terjadi pada konstruksi yang masih berusia sangat muda, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas material, metode pelaksanaan, maupun pengawasan proyek.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Juntikedokan yang ditemui awak media pada Jumat (10/7/2026) mengaku prihatin dengan kondisi jalan tersebut.
“Baru sebulan lebih cor beton Jalan Buyut Kunir sudah retak-retak seperti ini. Kami menduga pekerjaan tidak sesuai spesifikasi. Padahal jalan ini merupakan aspirasi dari Partai Gerindra, tetapi hasil pekerjaannya terkesan asal-asalan. Sekarang panjang retaknya sudah lebih dari 20 meter,” ungkapnya.

Menurut warga, keretakan yang muncul sejak dini tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan akan semakin meluas dan berpotensi mengurangi umur layanan jalan serta menimbulkan kerugian terhadap keuangan negara.
Masyarakat mendesak dinas teknis terkait, konsultan pengawas, serta aparat pengawas internal pemerintah untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu konstruksi. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dokumen kontrak dan spesifikasi teknis yang berlaku.
Apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya ketidaksesuaian, warga meminta kontraktor pelaksana bertanggung jawab penuh dengan melakukan perbaikan sesuai ketentuan, tanpa membebani anggaran pemerintah.
Selain itu, masyarakat juga berharap pemerintah lebih memperketat pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur yang bersumber dari uang rakyat agar kualitas pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang, bukan justru menimbulkan persoalan baru sesaat setelah selesai dikerjakan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Mahakarya Wira Jaya maupun instansi pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait munculnya keretakan pada jalan cor beton tersebut. Media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan dalam pemberitaan.
(Imam)













