GARUT, SMI – Teknis pembuatan BBM alternatif dari sampah plastik. Dengan sampah plastik dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat (Drum Pirolisis) dan dipanaskan hingga suhu 300 derajat celsius. Uap panas yang dihasilkan dialirkan melalui pipa kondensasi untuk didinginkan hingga berubah menjadi cairan minyak. Hasil akhirnya berupa cairan yang menyerupai bahan bakar minyak tanah.
Pemanfaatan barang bekas seluruh peralatan produksi menggunakan limbah, seperti kaleng biskuit bekas untuk wadah pemanasan, limbah antena untuk pipa kondensasi, dan sampah daun kering sebagai bahan bakar pembakaran.
Pirolisis dan Destilasi proses ini mengandalkan teknik pirolisis (pemanasan tanpa oksigen) dan destilasi air untuk mengubah fase gas dari plastik menjadi fase cair (minyak). Drum atau tangki pembakaran harus tertutup sangat rapat agar uap tidak bocor dan hanya bisa keluar melalui saluran pipa yang telah disediakan.

Penggunaan sampah (plastik, kaleng, antena, daun) yang biasanya tidak bernilai menjadi sumber energi alternatif. Transformasi sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif sebagai solusi masalah lingkungan.
Inovator Dikembangkan oleh dua pemuda asli Cibatu, Kabupaten Garut, yaitu Agung Sakti Gumilar (42) dan Agus Mulyana/Ukas Budiman (42).Upaya dua orang pemuda lokal dalam meningkatkan nilai guna sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, Sabtu, (13/06/2026)
Proses pirolisis atau penyulingan sederhana untuk mengubah limbah plastik menjadi energi. Menghasilkan BBM alternatif dengan karakteristik yang setara dengan minyak tanah.
Inovasi ini lahir dari keresahan terhadap tumpukan sampah plastik yang berserakan di lingkungan sekitar dan tempat pembuangan akhir.Hampir seluruh peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan juga memanfaatkan bahan bakar hasil olahan tersebut.

Meskipun masih dalam skala kecil, inovasi ini membuktikan bahwa sampah plastik memiliki nilai guna tinggi jika dikelola dengan tepat.Menurutnya, praktik daur ulang sampah plastik menjadi BBM alternatif kali ini memang volumenya masih kecil, namun jika diterapkan pada alat yang lebih besar maka hasil daur ulangnya pun tentu akan banyak.
Agung menambahkan jika kaleng bekas itu diubah dari bahan drum besar, maka hasil BBM alternatifnya pun tentu akan besar. Kalau misalkan yang kita sudah hitung-hitung, ini dari seperempat kilo plastik tadi bisa jadi 3 sendok. Kalau 1 sendok biasanya itu kan sekitar 10 sampai 15 mili, berarti keluarnya itu sekitar 40 mili.
Meski berhasil menghasilkan bahan bakar alternatif, Agung dan Agus Mulyana mengakui produk tersebut belum dapat digunakan untuk kendaraan bermotor. Masih diperlukan serangkaian pengujian lanjutan, termasuk pengukuran kualitas dan kadar oktan, atau research octane number (RON). Hal ini guna memastikan keamanan dan kelayakannya sebagai bahan bakar kendaraan.
Dua putra Cibatu ini bukan kali pertamanya menciptakan terobosan untuk menangani sampah plastik. Sebelum mengubah sampah plastik menjadi BBM alternatif, mereka telah membuat alat pembakaran sampah yang ramah lingkungan, sehingga dengan alat tersebut tidak mengganggu ketika polusi asap pembakaran membumbung tinggi dan menyebabkan bau tak sedap, “pungkasnya
(Ayi Ahmad)













