GARUT, SMI. id – Suasana hangat penuh kebersamaan dan rasa syukur terasa di saat pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah yang dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban, Rabu (27/5/2026).
Pelaksanaan Sholat Idul Adha berlangsung khidmat di lingkungan Rutan Garut dan diikuti oleh jajaran pegawai serta warga binaan pemasyarakatan (WBP). Momentum hari raya tersebut menjadi sarana memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, dan refleksi diri bagi seluruh warga binaan.
Usai pelaksanaan sholat Idul Adha, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban. Pada pelaksanaan qurban tahun ini, sebanyak 22 orang shahibul qurban turut berpartisipasi dalam pelaksanaan ibadah qurban di lingkungan Rutan Garut.

Adapun hewan qurban yang disembelih terdiri dari 3 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Dalam proses pelaksanaannya, warga binaan turut dilibatkan secara aktif mulai dari persiapan, proses pemotongan, hingga pendistribusian daging qurban. Seluruh kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan suasana tertib, penuh kekeluargaan, dan sarat makna kebersamaan.
Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan qurban menjadi bagian dari pembinaan kepribadian dan spiritual yang bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Garut, , menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai keikhlasan dan kepedulian sosial di lingkungan pemasyarakatan.
“Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Kami ingin warga binaan juga merasakan makna hari raya secara utuh melalui kegiatan ibadah dan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan qurban,” ujarnya.

Setelah proses penyembelihan selesai, daging qurban didistribusikan kepada warga binaan dan masyarakat sekitar seperti Panti Guna Yayasan Karya Bhakti dan Griya Lansia Garut sebagai bentuk kepedulian serta semangat berbagi di momen Idul Adha.
Melalui kegiatan ini, Rutan Garut terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis dan penuh nilai kebersamaan, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan pembelajaran hidup yang positif sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.”pungkasnya
(Ayi Ahmad)












