KABUPATEN SEMARANG, SMI. id – Acara do’a untuk perdamaian nusantara yang di selenggarakan pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, bertempat di lokasi Benteng Willem l Ambarawa Kab.Semarang.
Maksud kegiatan acara tersebut, adalah sebagai alat untuk membangkitkan kembali kecintaan terhadap tanah tumpah darah nusantara dan memberikan rasa damai, rasa welas asih dari diri. Juga bertujuan untuk harapan akan berkembang di seluruh Atmosfir Nusantara dan sekitarnya, (menggerakan microcosmos untuk mempengaruhi microcosmos).
Dalam acara tersebut di hadiri sejumlah tokoh Instansi dan tokoh masyarakat antara lain,
- Ketua Paguyuban dan Kegiatan
(Renggo Dumadi) - Forkompimcam/Camat Ambarawa
(Pito Nugroho SH.MH) - Kapolsek Ambarawa
(Ririh Widiastuti SH.MH) - Pengelola Benteng Willem l Ambarawa Kab. Semarang
- Lembaga Kesenian Kab. Semarang
- Paguyupan Tesan Aji Pandanaran
- Paguyupan Wanita Berkebaya
- Permadani
- Komoditas Ambarawa
- FKUB (Forum Kerukunan Umat
Beragama) Kab. Semarang
-Paguyuban Kerukunan Umat
Beragama (PKUB) Kec. Ambarawa.
Serta tokoh tokoh masyarakat undangan.
Tujuan dari kegiatan Do’a Damai Nusantara, adalah sebagai Serawung Budaya sehingga saling mengenal juga menambah erat persaudaraan membangkitkan dan menumbuhkan biji cinta nusantara yang sudah tertanam di dalam diri sendiri, sesama, dan lingkungan.
Juga sebagai penokak Intoleransi di nusantara, sehingga meningkatkan kembali ke Bhinekaan Nusantara yang tetap rukun dan damai.

Acara tersebut di lanjutkan dengan potong tumpeng oleh perwakilan paguyuban dan diserahkan ke para pemimimpin diantaranya Camat Ambarawa, Kapolsek Ambarawa dan para tamu undangan lainnya.
Pembacaan doa dari perwakilan tokoh agama dan penghayat,
yaitu yang berisikan:
- Agama Islam membacakan doa
“Memuliakan Tuhan yang Maha Esa - Agama Kristen membacakan doa
“Memuliaka Para Pahlawan yang Telah gugur” - Agama Katolik membacakan doa
“Memuliakan Leluhur Suci” - Agama Hindu nembacakan doa
“Memuliakan Semua Mahluk” - Agama Budha membacakan doa
“Pengambangan Welas Asih” - Agama Konghucu/kepercayaan doa
“Memuliakan Ibu Pertiwi”
dan selanjutnya dengan acara yang lain hingga acara penutupan.
Harapan terselenggaranya acara ini,
kesadaran cinta nusantara dan tanah air.
“Dengan terselenggaranya acara ini dan dengan harapan cinta nusantara yang akan tumbuh subur, jiwa nasionalisme yang akan semakin tumbuh berkembang mengakar di setiap dada pemuda nusantara yang menjunjung perdamaian, kerukunan, sehingga kesejahteraan nusantara akan terwujud. “Ungkap Renggo Dumadi.
(Indra.S)













