MAGETAN, SMI. id – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sekaligus Anggota DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa, menyoroti sejumlah persoalan yang muncul dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kurangnya komunikasi antara pengelola dapur dengan berbagai pihak terkait.
Menurut Diana, beberapa persoalan yang muncul di lapangan sebenarnya dapat diminimalisir apabila pengelola SPPG membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah, pemerintah daerah, maupun pihak terkait lainnya.
“Saya melakukan pengawasan terhadap SPPG yang ada di Magetan, termasuk berbagai permasalahan yang muncul. Banyak kasus yang sebenarnya terjadi karena kurangnya komunikasi dari pengelola,” ujarnya kepada awak media usai kegiatan buka bersama DPC PDI Perjuangan Magetan, Sabtu (14/3/2026).
Ia menegaskan, apabila hingga setelah Hari Raya Idul Fitri tidak ada perbaikan dalam pengelolaan maupun koordinasi yang dilakukan oleh pihak dapur SPPG, dirinya tidak segan untuk turun langsung melakukan inspeksi mendadak.
“Jika setelah Lebaran tidak ada perbaikan, saya akan melakukan sidak langsung,” tegasnya.
Diana menambahkan bahwa pada prinsipnya pihaknya mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak.
“Kita tidak anti terhadap program MBG. Justru kita ingin program ini berjalan baik. Namun semua harus sesuai SOP,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kualitas makanan yang disajikan oleh dapur MBG. Menurutnya, makanan yang diberikan harus memenuhi standar, baik dari segi tampilan maupun kandungan gizi.
“Mulai dari tampilan hingga kandungan gizi harus baik. Ini menyangkut kesehatan masyarakat, terutama anak-anak,” tuturnya.
Diana juga mengingatkan bahwa dapur MBG idealnya dikelola oleh tenaga yang memiliki kompetensi dalam pengolahan makanan bergizi, sehingga kualitas makanan yang disajikan dapat terjaga dengan baik.
“Setiap dapur MBG seharusnya menggunakan tenaga yang memahami pengolahan makanan. Jangan hanya sekadar memasak tanpa standar yang jelas,” pungkasnya.
Ia berharap ke depan pengelolaan SPPG di Magetan dapat berjalan lebih baik dengan memperkuat komunikasi, koordinasi, serta penerapan standar pengolahan makanan yang sesuai ketentuan.
(Gun)












