SUMEDANG, SMI. id | Hampir 600 santri dari 26 kecamatan se-Kabupaten Sumedang mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) XIII tingkat Kabupaten Sumedang, Minggu (25/10/2026). Ajang yang digelar LPPTKA-BKPRMI ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi panggung pembinaan karakter, penguatan akhlak, dan pencarian bibit unggul generasi Qurani.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang dan Pusdai Islamic Center tersebut diikuti santriwan dan santriwati dari Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta lembaga pendidikan Al-Qur’an lainnya.
Ketua BKPRMI Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, menegaskan bahwa FASI memiliki nilai lebih dari sekadar perlombaan. Festival ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana mengukur hasil pembinaan santri di berbagai kecamatan.
“Melalui FASI, kita berharap lahir santri-santri yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu berprestasi, berakhlak mulia, dan membawa nama baik Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Menurut Ayi, para peserta merupakan santri terbaik hasil seleksi di tingkat kecamatan. Mereka hadir dengan didampingi para pembina dan orang tua untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan serta menunjukkan kemampuan yang telah diasah melalui pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini.
Ia berharap FASI XIII tingkat kabupaten dapat menjadi pijakan untuk melahirkan peserta unggulan yang mampu bersaing pada tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.
Tak hanya berorientasi pada prestasi peserta, BKPRMI juga berharap Kabupaten Sumedang mendapat kesempatan menjadi tuan rumah FASI XIII tingkat Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Desember 2026.
Sementara itu, Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, mengapresiasi konsistensi BKPRMI dan LPPTKA-BKPRMI dalam membina anak-anak melalui pendidikan Al-Qur’an.
Menurutnya, kegiatan seperti FASI berperan penting dalam menumbuhkan kepercayaan diri, semangat belajar, dan keberanian anak untuk mengembangkan potensinya. Namun, keberhasilan pembinaan tidak semestinya hanya diukur dari raihan juara, melainkan juga dari terbentuknya karakter dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Setiap kegiatan harus dilandasi niat ibadah. Mudah-mudahan silaturahmi yang terjalin pada pagi hari ini menjadi bagian dari amal ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” kata Dony.
Bupati juga menekankan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas atau tempat mengaji. Keteladanan orang tua dan guru dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dalam membentuk kepribadian anak.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus BKPRMI, para ustaz dan ustazah, serta orang tua yang telah mencurahkan waktu dan tenaga untuk mendampingi anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an.
Dony berharap FASI terus menjadi wadah pembinaan generasi Qurani yang religius, berkarakter, dan berprestasi. Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, BKPRMI, lembaga pendidikan Al-Qur’an, dan keluarga.
“Pembinaan generasi Qurani tidak berhenti pada perlombaan, tetapi harus terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
FASI XIII Sumedang diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga generasi muda yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap, berkarya, dan menjalani kehidupan.
( Yusman R )












