CIANJUR, SMI. id | Anggota DPR RI Komisi VIII, Isfan Taufik Munggaran, menyoroti carut-marutnya sistem penentuan penerima bantuan sosial saat menggelar reses di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Rabu (21/10/2026).
Dalam dialog bersama warga, terungkap fakta miris. Ada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang status desilnya melonjak dari desil 2 (sangat miskin) ke desil 6 (menengah). Kenaikan itu bukan karena ekonomi membaik, melainkan diduga akibat transaksi judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang terbaca oleh sistem.
Akibatnya, warga tersebut otomatis dianggap mampu oleh sistem dan kehilangan akses bantuan sosial, termasuk layanan BPJS Kesehatan.
“Ini persoalan yang sangat krusial. Ada warga yang naik dari desil 2 ke desil 6. Diduga karena terlibat judi online dan pinjol, lalu dianggap sudah kaya. Otomatis desilnya naik, dan ini berdampak pada BPJS-nya juga. Ini menjadi PR besar dari tingkat bawah sampai ke pusat,” tegas Isfan.
Isfan menilai perlu adanya verifikasi ulang dan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara menyeluruh agar tidak ada warga miskin yang kehilangan haknya karena sistem yang keliru membaca transaksi.
“Saya sudah minta pendamping PKH se-Kecamatan Cibeber membangun grup koordinasi langsung dengan saya. Saya tidak ingin tidak mengenali mitra saya di lapangan, karena mereka bekerja sangat keras,” ujarnya.
Ia berjanji membawa hasil temuan di lapangan ini langsung ke Kementerian Sosial.
“Hasil diskusi di sini akan kami susun menjadi laporan dan disampaikan ke Kementerian Sosial apa adanya. Masalah di Desa Cikondang kemungkinan besar juga terjadi di desa-desa lain. Solusinya harus kita cari bersama, cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya.
(Uyeh)












