INDRAMAYU,SMI – Harapan baru bagi masyarakat pesisir Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mulai terbuka melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang bersumber dari anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun Anggaran 2026. Dengan nilai kontrak mencapai Rp2.368.044.840 atau sekitar Rp2,36 miliar, proyek ini diharapkan mampu memperkuat sarana pendukung perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Pembangunan tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, melainkan menjadi bagian dari harapan masyarakat untuk memiliki kawasan nelayan yang lebih tertata, fungsional, dan mampu menunjang aktivitas perikanan secara berkelanjutan.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini berada di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan nama paket Konstruksi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026.
Dalam papan proyek tercantum nomor kontrak B.17700/DJPT.6/PI.420/PPK/M/2026, tertanggal 25 Juni 2026. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Citra Mutiara Bangun Persada, dengan jangka waktu pelaksanaan 135 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih mendapat sambutan positif dari sejumlah warga setempat. Piah, Latif, H. Sahidi, dan warga lainnya menyampaikan apresiasi ketika ditemui awak media pada Minggu pagi (11/10/2026), saat mereka tengah berolahraga di sekitar wilayah Desa Dadap.
Mereka mengungkapkan terima kasih kepada Kuwu Desa Dadap Ali Faosal beserta jajaran pemerintah desa, Bupati Indramayu Lucky Hakim, PT Citra Mutiara Bangun Persada, serta instansi terkait yang terlibat dalam pelaksanaan program pembangunan tersebut.
Bagi warga, pembangunan ini merupakan peluang untuk meningkatkan kualitas lingkungan pesisir sekaligus memperkuat dukungan terhadap aktivitas nelayan dan pelaku usaha perikanan.
“Harapan kami, manfaat pembangunan ini nantinya dapat dirasakan secara nyata, terutama oleh para nelayan dan pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan,” ungkap warga.
Masyarakat berharap keberadaan fasilitas tersebut nantinya tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kegiatan ekonomi sehari-hari.
Program Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan untuk mendukung aktivitas nelayan melalui penyediaan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan operasional, penataan kawasan pesisir berdasarkan desain yang disetujui, serta penguatan kegiatan usaha perikanan dan ekonomi terkait.
Namun, besarnya nilai kontrak harus diimbangi dengan kualitas hasil pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, dan perencanaan yang telah ditetapkan.
Dengan nilai proyek mencapai Rp2,36 miliar, pelaksanaan pembangunan perlu mendapat perhatian bersama, mulai dari proses pengerjaan hingga penyelesaian dan pemanfaatan fasilitas.
Pengawasan terhadap mutu material, ketepatan pelaksanaan, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan dokumen kontrak menjadi aspek penting agar pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Transparansi informasi proyek dan keterlibatan pihak terkait juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara.
Selain kualitas konstruksi, pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas setelah proyek rampung tidak kalah penting. Infrastruktur yang dibangun harus dijaga dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya agar tidak kehilangan fungsi sebelum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Dadap diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Keberhasilan program ini nantinya tidak semata-mata diukur dari berdirinya bangunan atau selesainya pekerjaan fisik. Lebih dari itu, manfaatnya perlu terlihat melalui dukungan terhadap produktivitas nelayan, peningkatan aktivitas usaha perikanan, serta terciptanya lingkungan pesisir yang lebih tertata.
Masyarakat berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan tanggung jawabnya secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Harapan kami, pembangunan ini tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik semata. Fasilitas yang tersedia nantinya harus mampu mendukung produktivitas nelayan, membuka peluang ekonomi, dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat pesisir Desa Dadap,” pungkasnya.
Kini, masyarakat menantikan hasil akhir pembangunan tersebut. Dengan pelaksanaan yang berkualitas, pengawasan yang memadai, serta pengelolaan yang berkelanjutan, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi salah satu penopang aktivitas perikanan dan peningkatan kesejahteraan warga Desa Dadap.
Anggaran negara harus berujung pada manfaat nyata. Bagi masyarakat pesisir Dadap, keberhasilan pembangunan ini bukan hanya tentang infrastruktur yang berdiri, melainkan tentang peluang ekonomi, keberlanjutan usaha nelayan, dan masa depan masyarakat pesisir yang lebih baik.
(Imam)












