GARUT, SMI.id | Program Operasi Katarak Gratis dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-62. Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut UPT Puskesmas Cibatu bekerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Mata Nasional (PNM) RS Cicendo Bandung, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (PERDAMI) Jawa Barat, Rotary Club, dan Yayasan Setia Bakti (YASTI). Melayani serta mendekatkan pelayanan kesehatan pada Mata warga masyarakat akibat Buta Katarak khususnya se Kecamatan Cibatu dan Umumnya masyarakat se Kabupaten Garut akan berikan pelayanan kesehatan mata.
Lokasi pelaksanaan di selenggarakan di Puskesmas Cibatu, Garut. Pada tanggal,
Skrining Akhir: Rabu, 04 November, pukul 08.00 WIB – selesai.
Operasi Katarak: Kamis, 05 November, pukul 08.00 WIB – selesai.
Follow Up Post Operasi: Jumat, 06 November, pukul 08.00 WIB – selesai.
Bagi masyarakat segera untuk Mendaftaran membawa Dan mengisi formulir
Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).
Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diketahui pihak Kecamatan.
Program Operasi Katarak Gratis
Kolaborasi Sosial Puskesmas Cibatu bekerja sama dengan Rotary Club yang telah berkenan membantu masyarakat Kabupaten Garut khususnya wilayah Cibatu.
Kegiatan ini adalah operasi katarak gratis bagi masyarakat yang penglihatannya sudah terganggu (berkabut) serta tidak dapat melihat.
Target & Jadwal: Target operasi sebanyak 120 mata. Proses screening akhir dilakukan pada 4 November, dilanjutkan dengan tindakan operasi di ruang operasi pada hari berikutnya.
Jangkauan Wilayah: Pasien berasal dari berbagai daerah se Kabupaten Garut terutama masyarakat yang tidak mampu dan membutuhkan penanganan operasi pada gangguan kebutaan akibat katarak yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan berobat jalan.
Nahkoda baru di UPT Puskesmas Cibatu (Kepala UPT Puskesmas Cibatu) yang sangat bijaksana dan memiliki jiwa sosial tinggi demi kesehatan masyarakat khususnya pada masyarakat yang menderita gangguan penglihatan akibat katarak.
Menghimbau bagi masyarakat diminta tidak takut untuk menjalani operasi karena katarak tidak mengenal usia dan harus segera ditangani secara maksimal serta ikhtiar agar penglihatan kembali normal,”pungkasnya.
(Ayi Ahmad).












